SMP Islam Al Azhar BSD
CREW
WISATA ILMIAH
Siswa SMP Al Azhar
Cuma satu malam satu siang di Bumi Mandiri Center (BMC), 240 siswa-siswi SMP Islam Al Azhar, Bumi Serpong Damai, Tangerang, benar-benar puas dengan rangkaian kegiatan program agro. Melalui program agro, anak-anak kota besar itu diajak mengakrabi kehidupan petani di pedesaan.
Begitu turun dari bus-bus yang membawa mereka dari Jakarta, sore 14 Februari 2008, mereka berhamburan seolah tak sabaran lagi menikmati alam pegunungan dengan udara yang sejuk. Kompleks BMC yang luasnya 13 ha terletak di desa Sukamaju, Kec.Kadudampit, Cisaat, Sukabumi, di kaki gunung Gede-Pangrango dengan udara sejuk sepanjang tahun.
Malam hari para siswa mengikuti acara internal sekolah yakni presentasi tentang Istana Merdeka yang baru saja mereka kunjungi.
Baru keesokan harinya mereka menikmati program agro. Mula-mula para siswa diperkenalkan pada green house BMC dengan aneka bunga dan tanaman hias. Mereka mendapat penjelasan seputar green house dan fungsinya..Para siswa juga belajar membuat media tanam tanah, pupuk kasting dan sekam dengan perbadingan 1:1:1. Tanpa ragu mereka mengaduk dengan tangan.
Kemudian para siswa mencoba membuat gula kelapa, dari nira yang disadap dari pohon kelapa di kompleks BMC. Setelah itu mereka belajar membuat telur asin. Jangan cuma suka makan telur asin. Anak-anak kota juga perlu tahu proses membuatnya.
Kemudian para siswa mencoba membuat gula kelapa, dari nira yang disadap dari pohon kelapa di kompleks BMC. Setelah itu mereka belajar membuat telur asin. Jangan cuma suka makan telur asin. Anak-anak kota juga perlu tahu proses membuatnya.
Yang tak kalah menarik adalah kegiatan memerah susu sapi. Ini pengalaman pertama bagi para siswa umumnya. Ada yang semula tampak ragu, merunduk di bawah perut sapi dan harus memerah susu langsung dari tetek sang sapi.\
Membajak sawah merupakan kegiatan yang seru bagi siswa-siswi SMP Islam Al Azhar itu. Karena rombongan besar, masing-masing harus sabar menunggu giliran. Sementara rekan membajak, yang lainnya bermain di lumpur sawah. Setelah sawah dibajak, giliran anakan padi ditanam. Ternyata ada teknik menanam padi. Anak-anak kota itu bisa tahu bagimana proses menanam padi yang kemudian menghasilkan beras, makanan pokok orang Indonesia.
Kegiatan tangkap ikan juga tak kalah seru. Di kolam sawah, anak-anak itu dengan penuh semangat dan keriangan berusaha menangkap ikan mas sebanyak-banyaknya dengan tangan kosong.
Kegiatan tangkap ikan juga tak kalah seru. Di kolam sawah, anak-anak itu dengan penuh semangat dan keriangan berusaha menangkap ikan mas sebanyak-banyaknya dengan tangan kosong.
Usai bermain di lumpur sawah, tibalah saatnya membersihkan diri. Ramai-ramai para siswa menuruni tebing sungai Cigunung yang mengalir membelah kompleks BMC. Ada yang bermain siram-siraman, mandi pancuran bambu atau berendam di sungai Cigunung. Kapan lagi ketemu sungai pegunungan yang jernih dan dingin.
“Seru bangat bisa main-main lumpur sepuasnya. Apalagi sungainya mantap luar biasa dan dingin,”ujar Fitto Said, seorang siswa yang sebetulnya ingin lebih lama bermain di sungai yang jelas sangat berbeda dengan sungai-sungai di kota yang keruh dan kotor.
Para siswa umumnya menyukai suasana di kompleks BMC. Hijau, banyak pohon, udara dingin, kegiatan-kegiatan seru bangat.
Para siswa-siswi yang 204 itu, walaupun jumlah besar tapi sangat tertib, disiplin dan kooperatif. Para fasilitator dari BMC tak perlu misalnya membangunkan mereka untuk shalat subuh. Keinginan tahu mereka juga besar, tidak takut lumpur atau kerbau.
Rombongan siswa SMA Al Azhar BSD baru sekali ke BMC. “Tempatnya oke untuk kegiatan anak-anak. Sayang cuma bisanya sehari jadi hanya program agro. Kalau dua hari mungkin lebih seru bisa sekalian outbound,” ujar Agus Salim, pimpinan rombongan. (Dewi/Foto: Recky)







